Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Bisa Terhindar dari Santet dengan Ilmu Prana

Testimoni » Bisa Terhindar dari Santet dengan Ilmu Prana

Adalah hal yang umum bila saat seseorang mencalonkan diri sebagai Pejabat. Dia harus siap untuk menerima serangan dari lawan politiknya. Serangan itu bisa berupa sindiran yang menjatuhkan, fitnah, kecurangan bahkan serangan gaib seperti teluh (red-santet). Sebagai seorang yang terpelajar saya seringkali skeptis terhadap hal-hal gaib karena selama saya hidup belum pernah menemukan buktinya. Apalagi teluh yang menurut pikiran saya adalah hal yang tak mungkin ada.

 

Akan tetapi setelah saya melihat sendiri di suatu malam ada 3 bola api yang berputar-putar di atas rumah saya. Membuat saya berfikir ulang tentang keberadaan dunia gaib terutama teluh. Saya tak tahu benda apa itu, apakah itu teluh yang di kirimkan kesaya? Entahlah, pikiran saya berusaha menepis itu hanyalah fenomena alam biasa. Namun otak saya juga tidak menemukan jawaban yang pasti atas fenomena tersebut. Karena saya tak tahu secara pasti tentang benda itu. Saya menjadi takut bercampur khawatir. Jangan-jangan itu adalah teluh.

 

Dari sanalah saya merasa harus membentengi diri dan keluarga dari serangan gaib. Istri saya menyarankan untuk mendatangi ke salah seorang paranormal yang cukup populer di media massa. Tapi saya merasa enggan, merasa tidak cocok dengan paranormal tersebut. Sayapun menceritakan kepada salah seorang sahabat. Dan dia menyarankan untuk mencoba mempelajari prana. “Ha… Prana?” pikir saya saat itu dengan meremehkan. Saya mencari info tentang prana di internet dan tertarik dengan apa yang diajarkan Master Salam.

 

Dari sanalah saya mengerti Serangan gaib apapun bentuknya tak lain merupakan energi negatif yang di proyeksikan kepada korbannya. Dan energi prana bisa di gunakan untuk membentengi, menangkis dan menghancurkan setiap serangan gaib yang datang. Begitulah kiranya apa yang saya tangkap saat mengikuti pelatihan prana yang di adakan di Jogjakarta. Saat itu saya mengikuti pelatihan Pertahanan diri dengan Prana.

 

Saya tak menyia-nyiakan sesi pelatihan tersebut. Setelah usai pelatihan saya menyempatkan diri untuk berbicara dengan Master Salam dan menceritakan pengalaman Gaib yang membuat saya mengikuti pelatihan itu. Master Salam kemudian mengambil botol aqua yang masih ada airnya lalu di dalamnya di beri sedikit tanah yang diambilnya dari taman di samping hotel. Lalu kemudian memberikan ke saya untuk di cipratkan di 8 penjuru mata angin rumah yang saya huni.

 

Sesampainya di rumah saya melakukan apa yang di “wejangkan” oleh Master. 2 hari kemudian saat tengah malam ketika sampai di pintu gerbang rumah, sepulang dari kampanye. Saya dan sopir saya melihat dengan mata kepala sendiri ada 5 bola api seukuran bola tennis berputar-putar di atas rumah lalu di susul dengan dua bola api seukuran bola sepak. Bola-bola api tersebut hanya berputar-putar lalu padam dengan sendirinya satu persatu. Sementara dua bola api yang besar kembali kearah dia datang. Saya dan sopir gemetaran, lalu menghubungi Master Salam. Beruntung saat itu Master Salam belum tidur dan mau mengangkat telpon dari saya. Saya menceritakan apa yang saya lihat dan Master Salam mengatakan bahwa perisai yang telah dibangun berfungsi dengan sempurna dan tinggal tugas saya untuk merawatnya dengan tehnik perisai yang telah diajarkan di pelatihan.

 

Sungguh, Prana dalah sesuatu yang ingin untuk saya tidak percaya. Akan tetapi fakta yang saya lihat membuat saya memilih bahwa Prana itu ada dan bisa di gunakan untuk berbagai keperluan terutama kesehatan dan keselamatan. Pesan saya sangat sederhana, sebelum terlambat pelajarilah prana sebagai salah satu keterampilan dalam hidup.   Sekarang atau nanti, cepat atau lambat keterampilan mengelola prana akan sangat berguna.

 

(NN - Nama, foto dan kota dirahasiakan sesuai permintaan)