Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Demam Anak Saya Sembuh dalam Hitungan Menit

Testimoni » Demam Anak Saya Sembuh dalam Hitungan Menit

Sudah setengah tahun yang lalu saya belajar prana dengan Master Salam. Selama itu pula saya sering mengalami “keajaiban” dalam hidup. Terutama masalah kesehatan. Jika biasanya Asma saya kambuh ketika hujan datang atau berada di udara yang dingin. Sekarang setelah sering mempraktikkan prana untuk diri sendiri, Asma tersebut tak lagi datang meski saya berada di ruangan dingin atau ketika hujan datang. Saya tidak tahu apakah ini artinya saya sudah sembuh atau belum, karena memang belum saya periksakan ke dokter THT selaku orang yang berwenang mendiagnosa sembuh tidaknya  penyakit saya.

 

Keajaiban yang lain yang saya rasakan adalah saat anak saya Dina yang berumur 4 tahun demam. Saya masih ingat benar, saat itu minggu pagi. Sementara klinik Dokter Anak yang biasanya menangani anak saya sedang tutup. Dan baru buka besok senin pagi. Saya mencoba mendatangi klinik dokter umum terdekat dari tempat saya. Tapi rupanya tutup juga. Istri saya berinisiatif membawanya ke rumah sakit. Sebenarnya saya tak begitu setuju. Saya lebih suka di rawat di rumah, lalu kemudian besoknya baru di bawa ke dokter. Tapi melihat istri saya makin panik. Akhirnya saya menyetujuinya juga.

 

Istri saya bersiap-siap membawa semua perlengkapan buat berjaga-jaga kalau-kalau sampai di rawat inap. Sambil menunggu istri saya berkemas, saya menemani anak saya. Lalu saya ingat bahwa saya pernah belajar prana.  Berhubung saya agak lupa tehnik untuk mengatasi demam. Saya mengambil Buku Panduan yang saya dapat saat pelatihan.

 

Setelah tahu tehnik-tehniknya barulah saya menerapkannya pada anak saya. Setelah kurang lebih lima menit saya memberikan enegri prana pada anak saya. Saya mengecek suhu badannya dengan menyentuh. Saya heran,Suhu badannya secara drastis langsung turun. Tapi masih terasa hangat bila disentuh. Saya makin bersemangat untuk menyelesaikan tahap akhir dari proses pengobatan prana khususnya untuk demam. Setelah semua prosesnya selesai, saya mengecek suhunya lagi dengan tangan. Ajaibnya Suhu badannya terasa normal. Kontan, saya langsung memanggil istri saya dengan berteriak. Dia tergopoh-gopoh datang dengan wajah panik. Saya ambil tangan istri saya lalu mengarahkannya ke badan anak saya. Istri saya langsung nangis, mungkin karena bahagia. Anak sayapun terlihat lebih sehat meskipun agak sedikit lemas. Namun setelah beberapa jam, anak saya sudah sehat sempurna. Dan sorenya sudah bisa bermain bersama teman-temannya yang lain.

 

Semenjak saat itu di kalangan keluarga saya dan tetangga saya menjadi terkenal bisa menyembuhkan. Sering ada tetangga yang membawa anaknya ke tempat saya saat terserang batuk, demam atau flu. Bahkan saya juga pernah  menangani seseorang yang “mati sebelah” (lumpuh) karena terserang stroke. Sayapun menangani semampu saya dengan energi prana. Dan ajaibnya banyak yang “cocok” dan berangsur –angsur sembuh, sementara untuk penderita stroke yang saya tangani tidak sembuh total tapi ada peningkatan kesehatan yang cukup signifikan.

 

Meskipun saya cukup sering di minta untuk menyembuhkan seseorang. Tapi saya tetap menyarankan mereka untuk berobat kedokter. Karena hanya doktelah yang berhak menentukan diagnosa atas apa yang mereka derita. Meskipun saya sudah menangani cukup banyak orang tapi saya tidak ada niat untuk buka klinik. Karena semenjak awal saya belajar Prana niatnya memang untuk diri sendiri dan keluarga dan bukan untuk membuka klinik berobat. Dan ketika ada orang yang terbantu dengan ketrampilan prana yang saya pelajari, saya anggap ini adalah karunia dari Allah.  Allahlah yang menyembuhkan mereka dengan perantaraan saya dan prana sebagai jalannya.

 

(Darmanto - Guru / Gunung Kidul, Yogyakarta)