Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Demam Berdarah Sembuh dengan Prana

Testimoni » Demam Berdarah Sembuh dengan Prana

Saya mempelajari prana sudah cukup lama. Tapi bukan pada Master Salam. Tapi pada orang lain.  Master Salam adalah teman sharing saya melalui email, tempat saling bertukar pengalaman dan ilmu. Meskipun saya sudah mempelajari prana cukup lama. Tapi saya termasuk orang yang jarang mempraktikkan penyembuhan prana pada orang lain. Seringnya sih, mempraktikkan prana pada diri sendiri dan kepada anak istri saya.

 

Hingga tiba saatnya saya harus ke medan untuk beberapa minggu lantaran urusan pekerjaan. Dan ketika baru 1 minggu di medan, pada tengah malam istri saya mengabari bahwa anak saya sedang sakit demam cukup parah hingga harus di rawat inap di puskesma terdekat. Dan sesuai dengan diagnosa dan tes laborat. Anak saya terserang DBD.  Saya sempat bingung, mau pulang. Tapi urusan pekerjaan di medan belum kelar. Kalo posisi ini, saya wakilkan sama orang lain. Takutnya, hasil proyek tak sesuai standar dan harapan. Akhirnya dengan sangat terpaksa saya harus tetap di medan. sembari harap-harap cemas. Saya berfikir andai saja saya di rumah tentu saya bisa merawatnya dengan prana agar kesembuhannya menjadi lebih cepat. Lalu saya teringat tentang penyembuhan Prana jarak jauh.

 

Sayangngya saya lupa tehniknya. Ingin menelpon Master Salam, tapi saya sungkan. Karena saat itu sudah larut malam dan tak enak jika harus mengganggu beliau istirahat. Lalu saya mengirim email saja sama beliau dengan harapan besok pagi kalo beliau ngecek email segera membalas email saya. Tapi  tidak disangka, 10 menit kemudian SMS saya langsung di balas oleh Master Salam beserta panduan pengobatan prana jarak jauh. Saya terharu, rupanya Master Salam menyempatkan membalas email saya meskipun malam-malam begini. Langsunglah saya praktikkan petunjuk dari Master Salam tersebut. Besok paginya, istri saya mengabari bahwa anak saya sudah membaik. Demamnya sudah turun drastis dibandingkan semalam, bercak-bercak merah di tubuhnya juga mulai menipis.

 

Sementara saya, setiap malam selalu menyalurkan energi prana kepada anak saya dari jarak jauh. Hingga akhirnya dalam 4  hari kemudian anak saya sudah sembuh total dan di izinkan untuk pulang.

 

Itulah kisah saya, mudah-mudahan kisah ini menginspirasi orang lain untuk mempelajari penyembuhan prana.

 

Suseno - Tegal