Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Dokter - Psikoterapi Dengan Prana

Testimoni » Dokter - Psikoterapi Dengan Prana

Saya seorang dokter umum yang setiap hari, biasa memeriksa puluhan pasien dengan berbagai keluhan yang beraneka ragam. dari sanalah saya menyadari bahwasannya penyakit yang diderita pasien itu ada yang organik – sebutan saya untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri atau hal-hal yang menyebabkan sakit fisik. Dan adapula penyakit yang non organik yaitu sebutan saya untuk penyakit yang disebabkan oleh faktor psikis dan emosi hingga menyebabkan sakit secara fisik.

 

Untuk sakit organik, biasanya bisa sembuh dengan obat-obatan herbal atau kimia. Sementara untuk penyakit non organik sangat susah untuk diatasi dengan obat-obatan karena akar penyakitnya ada di ranah psikis dan emosi. Jika sudah begini, biasanya saya selalu angkat tangan dan menyarankan untuk berobat kerumah sakit atau ke dokter spesialis.

 

Sebenarnya saya sedih, jika ada pasien yang saya ketahui penyebab penyakitnya. Namun saya tidak bisa membantu untuk mengatasinya. Oleh karena itulah, di dorong oleh kepedulian saya terhadap mereka. Saya mempelajari tehnik terapi psikis dari buku-buku psikologi. Dari sana saya tahu bahwa penyakit fisik yang diakibatkan oleh faktor psikis disebut dengan Psikosomatis.

 

Ketika saya mencari-cari informasi di internet tentang cara mengatasi penyakit psikosomatis. Saya membaca artikel yang di tulis oleh Pak Salam di situsnya. Saya tertarik membaca penjelasannya dan kemudian memutuskan untuk mengikuti pelatihan jarak jauh Psikoterapi dengan prana.

 

Setelah mempelajarinya, saya mencoba menerapkannya kepada pasien saya yang saya diagnosis mengalami gangguan psikosomatis. Tentunya tanpa melanggar peraturan dan SOP kedokteran. Dari 13 pasien yang saya terapi dengan psikoterapi dengan prana. 11 diantaranya mengaku sembuh dari penyakit yang di deritanya. Padahal sebelumnya, mereka sudah berobat ke beberapa dokter namun tidak juga sembuh. Hal ini menunjukkan psikoterapi dengan prana memiliki efektivitas penyembuhan yang nyata. Dan adalah “bagus” bila di jadikan penyembuhan komplementer.

 

Memang, jika sesuai dengan prosedur  ilmiah kedokteran. Rasa-rasanya terlalu dini bila saya mengatakan psikoterapi dengan prana adalah efektif. Akan tetapi bagi saya pribadi, jika sebuah penyembuhan bisa berhasil pada banyak orang. Mengapakah harus mengingkarinya? Dan menunggu bukti ilmiah untuk bisa memanfaatkannya?

 

Sekian dari saya, semoga kedepannya penyembuhan dengan prana bisa semakin di kenal masyarakat luas.

 

(Dokter, Jawa Timur – nama dan kota sesuai permintaan dokter di rahasiakan)