Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Menemukan Sabar Dan Bebas Dari Hipertensi

Testimoni » Menemukan Sabar Dan Bebas Dari Hipertensi

Penyakit orang seusia saya yang umum terjadi adalah tekanan darah tinggi, biasanya di barengi dengan tingkat kolesterol tinggi atau kadang pula diabetes. Tapi syukurlah, saya hanya mengalami darah tinggi saja, tanpa dibarengi kolesterol yang tinggi ataupun diabetes. Kata dokter, penyebab darah tinggi saya adalah karena faktor keturunan. Dan itu memang benar, karena mendiang Bapak saya memang pengidap darah tinggi. Sayangnya, penyakit hipertensi ini belum di temukan obat yang mampu menyembuhkan secara permanen. Obat-obatan yang ada sekarang hanyalah menurunkan tekanan darah untuk sementara waktu.

 

Dokter selalu menyarankan untuk hidup tenang, jangan mudah marah apalagi sampai terserang stress. Perbanyak olah raga, konsumsi makanan sehat dan hindari makanan pemicu darah tinggi seperti duren, sate kambing dan makanan yang terlalu banyak garam.

 

Untuk pola hidup sehat, saya sangat bisa mengelolanya. Kebetulan minimal 3 kali seminggu saya sempatkan untuk bersepeda santai, dan akhir pekan biasanya saya menghabiskan waktu pagi dengan bermain tennis bersama kawan-kawan. Sementara untuk makanan, saya sangat bisa menjaganya. Namun jika disarankan untuk hidup tenang, dan tidak mudah marah rasa-rasanya susah untuk di wujudkan. Mengingat setiap hari pekerjaan saya adalah mengorganisir Orang-orang. Yang namanya orang tidak seperti bebek/sapi yang mudah untuk di “angon” . Manusia itu punya kehendak sehingga kadang ketika saya memerintahkan ke kiri, eh orang tersebut malah belok ke kanan. Kalo sudah begitu, jika kesabaran saya habis. Saya marah-marah. Yang efek sampingnya bisa di tebak, malamnya saya ke dokter untuk berobat lantaran hipertensi saya kambuh. Dan istri saya terus nyerocos untuk menjaga kesabaran.

 

Pernah suatu ketika karena pekerjaan anak buah saya tidak beres, tidak seperti apa yang saya perintahkan. Saya naik pitam, lalu tiba-tiba semua gelap. Dan ketika siuman saya sudah berada di ruangan Rumah Sakit.

 

Saya sadar benar, saya orangnya memang mudah marah. Terutama menyangkut urusan pekerjaan. Karena kesadaran bahwasannya saya adalah orang yang mudah marah maka saya putuskan untuk belajar cara bersabar. Nah… Disinilah susahnya. Sabar itu tak bisa di jabarkan seperti matematika dan saya belum menemukan sebuah rumus yang akan menghasilkan “Sabar”.

 

Saya berusaha secara serius untuk belajar “sabar”. Saya membaca beberapa buku tentang kesabaran. Tapi semua buku yang saya baca hanya berisi dongeng betapa pentingnya sabar. Orang sabar itu bla…bla…bla… begitu terus. Saya juga bertanya kepada para pemuka agama tentang bagaimana cara bersabar. Tapi entah saya ndak bisa menangkap dan melakoni apa yang di petuahkan terhadap saya.

 

Lalu saya mulai bertanya sana-sini kepada teman yang layak untuk di tanyai. Akhirnya ada yang menyarankan untuk meditasi. Saya mencari info meditasi di Goole dan kemudian masuk pada situs Pak Salam, di PranaIndonesia.Com

 

Saya tertarik dengan penjabaran Pak Salam yang dituliskan di web. Lalu saya berkonsultasi kepada Beliau melalui email. Isi email saya sederhana, bagaimana cara bersabar. Dengan singkat, jelas dan padat. Pak Salam menjawab email saya mulai dari apa itu sabar, kenapa harus sabar, efek dari sabar dan bagaimana memunculkan efek sabar. Lalu Master Salam memberikan saya sebuah panduan meditasi. Malamnya, panduan tersebut saya praktikkan dengan seksama. Ajaibnya, dada saya terasa adem, beban di dada serasa terangkat ke atas dan rasanya amat ringan. Bernafaspun terasa lebih plong, mudah dan lega. Dan yang menyenangkan adalah entah bagaimana saya merasa hidup ini memang begitulah adanya. Kesalahan harus ada, dan tugas saya adalah membenarkannya.

 

Cara berpikir yang baru tersebut saya bawa setiap hari di tempat kerja. Saya merasa lebih tenang, tak lagi tegang. Apalagi sampai marah-marah. Setiap ada kesalahan yang dilakukan oleh anak buah saya, saya memandangnya sebagai sebuah keharusan. Dan seperti yang saya bilang, tugas saya adalah membenarkannya. Dengan berpikir semacam itu, saya tak lagi marah, saya bisa mengontrol emosi, dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. Rekan kerja saya sampai mengira saya telah memenangkan hadiah. Hingga saya seharian bisa sedamai itu. Bukan hanya teman saya yang heran, anak buah saya pada berbisik-bisik bahwa saya sedang kesurupan hantu perempuan karna berlaku lebih lembut dari biasanya. Saya mendengar mereka berbisik dan menganggapnya itu lelucon. Dan yang paling menarik adalah anak buah saya mulai menaruh hormat secara pribadi terhadap saya dan bukan karena saya adalah atasan mereka. Sebaliknya sayapun menaruh hormat pada mereka, memperlakukan mereka dengan baik karena suatu hari nanti merekalah yang akan menggantikan saya, membenarkan kesalahan yang di lakukan oleh orang lain. Dan anehnya, semenjak itu suasana kerja terasa seperti keluarga yang harus saling bantu. Dan kinerja meningkat dan kesalahan menjadi semakin minim terjadi.

 

Rupanya Pak Salam ini merupakan orang yang sungguh-sungguh melakukan tugasnya. Dia telah membantu saya, Dia mengirimi saya cara meditasi secara Cuma-Cuma. Dari sana saya mengerti apa itu sabar, dan bagaimana memunculkan kesabaran. Istri dan anak-anak saya juga senang karena saya tak lagi marah-marah. Hipertensi jadi jarang kambuh dan hidup terasa lebih damai sejahtera. Saat ini saya telah mengajukan kepada Pak Salam untuk mempelajari Penyembuhan Dengan Prana tingkat satu, dan masih dalam proses belajar. Dan saya meyakini ini merupakan arahan dari Tuhan Semesta Alam. Trimakasih Pak Salam.

 

Buat staf pranaindonesia.com terimakasih sudah mengabari saya untuk mengirimkan testimoni. Saya sangat senang saat di minta untuk mengirimkan testimoni, karena apa yang saya alami setelah melakukan meditasi, tak pernah bisa saya nilai dengan apapun.  Itu adalah pengalaman spiritual yang membuat hidup saya menjadi lebih baik dan Sampai sekarang saya masih melakukan meditasi tersebut. Trimaksih untuk Semuanya.

 

( Bpk. Budi Santoso - Tangerang)