Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Menjadi Penyembuh dengan Belajar Prana

Testimoni » Menjadi Penyembuh dengan Belajar Prana

Cita-cita saya sejak kecil sebenarnya adalah dokter. Namun, karena terkendala dengan biaya akhirnya saya hanya kuliah mengambil jurusan kesehatan masyarakat di salah satu kampus swasta di Jakarta. Keinginan saya untuk bisa membantu banyak orang dalam mengatasi masalah kesehatan menjadikan tekad saya semakin kuat untuk bisa menjadi seorang penyembuh.


Terlebih lagi kondisi daerah saya yang minim dengan tenaga medis menjadikan saya terpanggil untuk bisa berguna bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Ya, saya tinggal di daerah Sumatera Utara yang termasuk pelosok. Daerah tempat tinggal saya termasuk kekurangan tenaga medis. Ilmu kesehatan masyarakat yang saya miliki tidak cukup untuk bisa mengatasi permasalahan kesehatan yang menimpa para warga di daerah tempat saya tinggal. Karena beberapa orang yang meminta pertolongan, saya masih kebingungan untuk membantu mengatasi jenis penyakit tertentu yang menurut saya sukar untuk disembuhkan.  


Akhirnya saya mulai mencari cara-cara alternatif lain. Saya pun menemukan situs www.pranaindonesia.com. Artikel-artikel yang ditulis membuat saya menjadi penasaran untuk mempelajari lebih lanjut konsep penyembuhan dengan prana. Saat itu situs prana Indonesia masih diasuh oleh Pak Wahyu. Hingga suatu saat saya berkonsultasi dengan beliau dan memutuskan untuk belajar secara langsung. Demi kesejahteraan dan kesehatan warga, saya bertandang ke Jepara untuk belajar secara langsung dengan Pak Wahyu.


Saya belajar prana level 1 dan ternyata konsep belajar ternyata tidak sesulit yang saya kira. Setelah saya pelajari prana level 1, saya pun pamit pulang untuk mengamalkan ilmu yang saya pelajari. Dengan prana itulah saya bisa menyembuhkan beberapa penyakit yang menurut saya sukar. Setelah berkali-kali menyembuhkan, saya rasa keilmuan di bidang prana mesti ditingkatkan lagi.


Selanjutnya saya mencoba untuk menghubungi Pak Wahyu. Namun, beliau sudah tidak lagi mengasuh situs prana Indonesia dan dilimpahkan kepada Master Salam yang kebetulan masih satu seperguruan dengan Pak Wahyu. Dengan tekad yang kuat, saya pun akhirnya menuju Kota Jepara lagi dan mempelajari ilmu prana lebih lanjut.


Ketika saya bertemu dengan Master Salam, beliau sangat ramah dan baik sekali. Saya belajar prana level 2 dari Master Salam. Cara mengajarnya pun simpel dan mudah dimengerti. Bahkan lebih sederhana dan bisa diaplikasi dengan sangat sederhana. Saya berhasil belajar dan banyak ilmu dari beliau. Saya pun akhirnya berhasil menjadi penyembuh yang profesional di daerah saya. Sampai sekarang pun, ketika saya merasa kesulitan, saya masih berkonsultasi dengan Master Salam.


Daniel Horas Gatut (37 tahun, Sumatera Utara)