Dapatkan Ebook Teknik Penyembuhan Prana Gratis

Menjadi Tukang Pijat yang Sukses sesudah Belajar Prana

Testimoni » Menjadi Tukang Pijat yang Sukses sesudah Belajar Prana

Saya adalah tukang pijat. Tapi bukan pijat plus-plus apalagi pijat yang di tawarkan di pinggir jalan. Fokus bisnis saya adalah pijat profesional dengan sasaran Para Tamu hotel yang memang menginginkan pijat yang benar-benar pijat. Sehingga wajarlah jika tarif pijat saya perjam cukup mahal bagi kalangan umum. Tapi bagi mereka para tamu hotel berbintang, Harga sekian adalah wajar dan tergolong ringan.

 

Selama 1 tahun menekuni bisnis ini, hasilnya lumayan. Bahkan saya sudah punya banyak pelanggan tetap. Mereka biasanya sudah memboking jam pijat saya jauh hari sebelum mereka datang ke Jakarta. Sebagai seorang therapis pijat saya berusaha memberi pelayanan yang tebaik bagi pelanggan saya. Oleh sebab itulah saya rajin mengikuti pelatihan pijat entah itu pijat refleksi, totok syaraf hingga pijat shiatsu yang tersohor itu. Namun apa yang saya praktikkan tetaplah pijat traditional, yakni pijat urut diselingi dengan jenis pijat yang lain sehingga pelanggan mendapatkan manfaat seperti yang mereka harapkan.

 

Kemudian saya mengikuti pelatihan penyembuhan dengan prana level 1. Saya mengikuti penyembuhan prana bukan tanpa alasan. Alasan saya sederhana, yaitu saya menerima ide bahwa manusia memiliki tubuh energi yang perlu di seimbangkan. Capek dan penyakit adalah akibat energi yang tidak seimbang.  Ide tersebut saya terima saat belajar pijat shiatsu.

 

Setelah mempelajari penyembuhan dengan prana, maka saatnya mempraktikkan nya. Seperti saran Master Salam, saya di beri beberapa metode khusus untuk mempraktikkan penyembuhan prana sembari melakukan pijatan. Namun berbeda dengan biasanya dimana bila saya mau melakukan pemijatan biasanya menanyakan “yang capek mana aja pak” sekarang saya tambah pertanyaannya dengan “selain capek, bapak punya penyakit apa”.

 

Nah dari sanalah saya melakukan pemijatan sekaligus melakukan terapi prana secara diam-diam (tidak diketahui pelanggan). Alhamdulillah, respon pelanggan sangat bagus. Bahkan efeknya tidak hanya meredakan capek. Sampai yang tadinya pilek parah, Besoknya bisa sembuh total. Begitu cerita yang saya dengar dari para pelanggan saya.

 

Tapi pernah ada juga yang mengatakan pemijatan yang barusan saya lakukan katanya enak bener, badan jadi enteng berbeda dengan pijatan saya yang biasanya. Dan dia pun menanyakan minyak pijat apa yang saya pake’. Lalu saya terangkan bahwa saya tadi mencampurkan energi prana saat melakukan pijatan.

 

Pernah suatu ketika, saya mendapat pelanggan seseorang yang sudah paruh baya. Dia bercerita bahwa dirinya Datang ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang berkaitan dengan paru-parunya, katanya dia kalo bernafas rasanya berat dan susah. Sembari memijat saya meminta ijin untuk melakukan terapi prana pada dirinya. Setelah saya jelaskan apa itu terapi prana, akhirnya dia bersedia, dan kemudian saya mencampurkan terapi prana dengan pijatan yang saya lakukan. Namun saya fokuskan pada chakra yang berfungsi mempengaruhi fungsi paru-paru, kerongkongan dan system pernafasan.

 

Besoknya, saat saya sedang makan siang saya mendapat telpon. Dia mengatakan bahwa keluhan yang dia rasakan di paru-paru sudah reda. Ketika di cek secara medis, tidak ditemukan penyakit atau gangguan yang ada pada paru-parunya. Wah… saya ikut senang. Karena bisa membantu orang. Dan sekarang orang tersebut ketika kejakarta selalu meminta saya untuk memijatnya.

 

Saya tak tahu apakah kesembuhan yang dia rasakan itu karena penyembuhan prana yang saya lakukan. Atau memang sudah saatnya untuk sembuh. Tapi yang pasti semenjak saya mencampurkan penyembuhan prana dengan tehnik pijat urut yang saya kuasi. Pelanggan saya makin bertambah. Bahkan, jika akhir pekan saya kewalahan untuk memenuhi panggilan pijat. Hingga akhirnya saya mengangkat 2 orang karyawan untuk memenuhi semua panggilan.

 

Begitulah kisahnya, penyembuhan Prana memang top! Rejeki semakin lancar.

 

Giyono – Jakarta