Riset Penyembuhan Prana

Sementara pengobatan dengan Prana sudah terbukti dengan sendirinya bagi praktisi Prana, Namun keberadaannya masih menjadi misteri, Lantaran Alat-alat yang di gunakan belum bisa mendeteksi keberadaannya. Mungkin saja, hal ini terjadi lantaran Energi Prana bersifat transpersonal dan spiritual sehingga hanya mahluk hidup sajalah yang bisa merasakan keberadaannya. Peralatan yang ada saat ini, hanya mampu mendeteksi dampak dari energi Prana dan bukan energi Prana itu sendiri.

 

Meskipun demikian seorang profesor yaitu Prof Dr. Pantur Silaban, Guru Besar Ilmu Fisika ITB, dalam sebuah lokakarya terhadap energi penyembuhan seperti Prana dan tenaga dalam menuturkan.

 

"Impuls listrik dihasilkan oleh ATP (adenosine triphosphate) sebagai senyawa yang menyimpan energi tubuh, yang terjadi akibat pembakaran oksigen dalam tubuh. Dalam sel, energi digunakan untuk meng sintesis molekul baru, kontraksi otot, konduksi saraf dan menghasilkan radian energi yang menghasilkan pancaran sinar (Aura). Medan listrik dapat diperbesar hingga menghasilkan energi listrik tubuh (bio elektris) bila elektron bergerak lebih cepat secara teratur. Energi  inilah yang diolah dan dikembangkan para ahli olah Prana untuk menyembuhkan penyakit. "Segala yang ada di alam semesta merupakan manifestasi energi, seperti gravitasi bumi, Udara, dan gelombang magnet, serta energi matahari," jelas Silaban. (kompas/2006).

 

Di luar negeri sendiri cukup banyak ilmuwan yang mencoba untuk meneliti Energi Kehidupan (Prana) terutama keberadaan Aura. Adalah Ilmuan Rusia Semyon dan Valentina, yang berhasil menciptakan sebuah Alat fotografi khusus yang menunjukkan adanya aliran energi bercahaya seperti yang dikatakan oleh teori Aura tradisional. Mereka menjadi yakin bahwa aliran energi inilah yang mencerminkan kesejateraan dari suatu organisme. Penelitian ini kemudian di lanjutkan oleh profesor Vladimir Inyushin, yang menyatakan bahwa sebuah organisme yang utuh memancarkan ladang elektromagnetisnya sendiri dan dikelilingi oleh sebuah selubung energi berwarna (Aura).

 

Tak hanya Aura, keberadaan Cakra juga pernah menjadi subjek penelitian ilmiah oleh Seorang profesor Jepang bernama Hiroshi Motoyama. Dia mengadakan penelitian pada tahun 1960 an dengan kajian-kajian terhadap paranormal. Matoyama mengembangkan sebuah alat yang Dia ciptakan sendiri untuk mendeteksi keberadaan dan cara kerja cakra dan energi yang melingkupinya. Alat ini mengukur ladang energi elektromagnetik di sekeliling tubuh, dan dapat menunjukkan perubahan yang samar pada Fluktuasi elektromagnetik ketika sebuah cakra aktif secara alami atau di aktifkan dengan bantuan kristal. Dari hasil risetnya tersebut Matoyama berkesimpulan bahwa Sistem energi yang melandasi pengobatan Cina dan Indian atau teknik pengobatan yang mengandalkan energi sebagai medianya, pada dasarnya adalah sama. Hanya tekniknya yang berbeda.

 

Dan sekarang Dunia barat juga sudah mulai mengkaji lebih dalam dengan keberadaan energi Prana ini. Seperti Professor Thelma Moss dari lembaga Neuro psikiatri University of California School of Medicine adalah peneliti serius pertama terhadap fenomena Prana/chi di Amerika Serikat. Sejak karyanya tersebut muncullah penelitian serupa yang dilakukan oleh ilmuan setempat. Dan yang paling menonjol adalah penelitian oleh Dr. Valerie Hunt dari University of California.

 

 

Gambar diatas merupakan hasil penelitian dari Glenn Joseph Mendoza, MD, M.P.H., & Eugenius Ang, Ph.D., Nj, USA. Mereka meneliti Pengaruh Penyembuhan Prana pada Neurogenesis. Neurogenesis adalah proses pembentukan neuron dalam perkembangan otak. Hasil riset mereka sungguh mengagumkan. Dimana Seseorang yang telah di proyeksikan dengan energi Prana, Perkembangan neuronnya meningkat 25% bila di bandingkan dengan seseorang yang tidak di proyeksi dengan energi Prana. Perhatikan gambar diatas.

 

>> Baca Selanjutnya - Belajar Prana Jarak Jauh <<

 

Masih banyak riset-riset ilmiah yang lain. Yang bisa Anda baca dan Anda download pada link di bawah ini.